Menulislah, Sebagai Pertanda Kau Pernah Ada...

17 December 2013

Ternyata Musik tak Membuat Anak Lebih Pintar

Musik merupakan vibrasi suara yang terorganisir sesuai dengan irama (tempo), warna (timbre), nada (pitch), volume serta komposisi tertentu. Timbre merupakan warna bunyi yang dihasilkan oleh instrumen. Ada warna bunyi dawai seperti gitar dan biola, warna bunyi perkusi seperti tambur, ada juga warna bunyi alat musik tiup (terompet, seruling, serta oboe), dan masih banyak lagi.

Warna bunyi inilah yang menghasilkan vibrasi suara khas kemudian ditangkap oleh indera pendengaran dan dilanjutkan ke susunan saraf pusat dan mempengaruhi fungsi kognitif 'seseorang'. Itulah landasan banyak pihak dalam menetapkan musik memiliki dampak positif kepada anak. Namun nampaknya kata 'seseorang' itu belum tentu merupakan anak-anak.

Karena para peneliti dari Universitas Harvard, Massachusetts baru-baru ini, menemukan bahwa ada satu hal yang tidak dapat dihasilkan dari pembelajaran musik terhadap anak sejak dini, yaitu meningkatkan intelijensia. Samuel Mehr selaku pimpinan peneliti mengungkapkan telah terjadi kesalahpahaman selama ini bahwa belajar alat musik dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak

Di Indonesia paham ini telah lama menjadi acuan, sehingga banyak para orang tua memasukkan anak-anaknya di sekolah musik. Sekolah musik pun berdalih paham ini benar untuk mencari keuntungan. Karena anak-anak merupakan lahan terbaik bagi sekolah musik. Bukan memandang sekolah musik itu buruk, namun perlu diantisipasi lebih jauh, dampak negatif bermain musik bagi anak-anak.

Masih berdasarkan penelitian dari Universitas Harvard. Untuk mempertanggung jawabkan temuan itu, Samuel Mehr menjabarkan langkah penelitiannya. Penelitian itu dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama diarahkan pada kelas musik, sementara yang lainnya masuk kelas yang menekankan seni visual. "Buktinya adalah 'tidak'. Kita tidak menemukan bukti adanya manfaat untuk berbagai ujian dari anak-anak yang berpartisipasi dalam pelajaran-pelajaran musik," ujar Mehr.

Walau Mehr tidak membantah 100 persen penelitian yang mengatakan musik memiliki dampak positif terhadap anak, namun ia berdalih hasilnya beragam. Menurutnya hanya satu studi yang diterbitkan beberapa tahun lalu di jurnal Nature, yang tampaknya menunjukkan peningkatan IQ atau kemampuan intelektual sebanyak 2,7 persen setelah belajar musik selama satu tahun.

Namun IQ bukanlah ukuran baik untuk intelijensia anak. Penelitian pun dilanjutkan dan membandingkan seberapa baik para anak yang ikut kelas musik dalam tugas-tugas memproses secara mental dibandingkan mereka yang tidak ikut kelas musik. Hasilnya tidak ada manfaat kognitif dari pelajaran musik untuk mengalahkan kelompok lain dalam ujian mental.

Walau begitu, Mehr menilai tidak ada yang salah dari memberi pelajaran musik kepada anak-anak, karena dengan begitu mereka diajari mengenal budaya.

"Kita mengajar musik karena musik itu penting untuk kita. Sebagai analogi, kita tidak mengajarkan tentang Shakespeare supaya anak-anak memiliki kemampuan lebih baik dalam bidang fisika. Kita mengajarkan tentang Shakespeare karena itu penting. Dan saya kira musik juga tidak berbeda halnya," terang Mehr dikutip dari Voice Of Amerika (VOA).

Ternyata Musik tak Membuat Anak Lebih Pintar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonymous

0 komentar:

Post a Comment

Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!