Menulislah, Sebagai Pertanda Kau Pernah Ada...

17 December 2013

Inilah Manusia Tertua Peraih Gelar Doktor

Allan Stewart
Lanjut usia (lansia) selama ini masih dipandang sebagai seseorang yang tidak berpotensi, lemah, dan menyusahkan. Sehingga kehadirannya seringkali tidak dianggap penting. Padahal beberapa orang di dunia disaat menginjak masa tua, masih sempat meraih gelar doktor dalam bidang keilmuannya masing-masing.

Seharusnya kita sebagai orang yang dirasa masih mampu mengeyam pendidikan, berkaca sekaligus menampar diri kepada tiga orang yang akan saya ceritakan dalam tulisan ini.

Kita mulai dari orang tertua di Indonesia yang meraih gelar doktor. Dialah Hj. BRA. Mooryati Soedibyo, S.S., M. Hum, pendiri PT Mustika Ratu Tbk yang meraih gelar doktor pada usia 87 tahun di 2013. Mooryati Soedibyo sekaligus berhasil meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai peraih gelar doktor tertua di Indonesia.

Wanita tua ini menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Ekonomi di Universitas Indonesia. Ia merupakan salah satu bukti nyata bahwa lansia pun mampu melakukan kegiatan yang biasa dilakukan oleh orang yang masih muda. Hanya dibutuhkan niat, usaha, serta dukungan dari orang sekitar, terutama keluarga. Dukungan ini bisa berupa perhatian dan komunikasi.

"Saya tidak ingin dianggap lemah, saya ingin buktikan sebagai lansia saya masih mampu berpikir dan beraktivitas,"
Mooryati Soedibyo
Selanjutnya adalah peraih gelar doktor di usia 90 tahun. Dialah Eric Woolf dari Inggris. Eric Woolf dulunya bekerja sebagai guru, kembali kuliah dan meraih gelar doktor di bidang pendidikan dari Lancaster University, Inggris, nyaris setelah 74 tahun ia meninggalkan bangku sekolah.

Sebagai anak seorang buruh pelabuhan di London, Dr. Woolf harus meninggalkan sekolah pada usia 16 tahun untuk bekerja. Namun ia akhirnya mendapat pekerjaan sebagai guru matematika dan kembali kuliah setelah pensiun mengajar. Kisah hidup Woolf memang berbeda dengan Mooryati Soedibyo sehingga saat meraih gelar doktor banyak media di seluruh dunia memberitakannya.

Woolf telah ikut bertempur di Perang Dunia II. Pada 1930 sebenarnya dia mendapatkan beasiswa untuk belajar tata bahasa sekolah, tetapi harus dievakuasi ke Somerset pada awal masa perang. Setelah mengalami perpindahan dari satu tempat ketempat lainnya akhirnya ia kembali menyelesaikan kuliahnya dan meraih gelar doktor di usia 90 tahun.
"Lulus adalah salah satu pengalaman yang paling berharga dalam hidup saya, padahal pada masa sekolah saya, universitas bukanlah pilihan" 
Dr. Woolf.
Sedangkan pria terakhir merupakan manusia tertua diseluruh dunia yang meraih gelar doktor sekaligus menjadi peraih gelar akademis tertua di dunia untuk kedua kalinya. Dialah Allan Stewart, pensiunan dokter gigi berusia 97 tahun yang telah menerima gelar master ilmu kedokteran dari Univesitas Southern Cross Australia pertengahan 2013.

Allan yang lahir pada 7 Maret 1915, saat ini sudah memegang rekor Guiness setelah menyelesaikan kuliah hukumnya dalam usia 91 tahun pada 2006 lalu. Total gelar akademik yang dimiliki Allan sebanyak empat gelar, bahkan hampir saja ia meraih gelar doktor bedah gigi, sebelum ia memutuskan untuk kembali kuliah hukum untuk membuat pikirannya tetap aktif.
"Seharusnya orang jangan pernah mengatakan 'saya terlalu tua untuk belajar'. Tak ada kata terlambat untuk menambah wawasan, mendapat teman baru dan menantang diri sendiri untuk mencapai sesuatu yang berarti," 
Allan Stewart.
Itulah beberapa orang di dunia dan di Indonesia yang tetap semangat mengejar pendidikan hingga dimasa tua. Padahal banyak orang-orang diluar sana, yang bahkan masa mudanya ia habiskan untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Mooryati Soedibyo, Eric Woolf dan Allan Stewart memberi pelajaran kepada kita arti semangat hidup. ***

Inilah Manusia Tertua Peraih Gelar Doktor Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonymous

0 komentar:

Post a Comment

Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!