Apasih sebenarnya manfaat madu bagi kesehatan, dalam tulisan ini akan coba saya klasifikasi manfaat madu bagi kesehatan dalam 9 item, yakni :
- Madu untuk Awet muda : Pernah tidak berpikir, mengapa Ratu Elizabeth di Kerajaan Inggris memiliki umur yang panjang? Ternyata, bagi keluarga Kerajaan Inggris, sarapan pagi menggunakan madu adalah hal yang wajib, selain diminum langsung, mereka juga mengoleskannya pada roti sebagai pengganti selai dan sebagainya. Madu digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17 sebagai pemanis dasar. Kebiasaan tersebut sempat berubah ketika gula yang dianggap lebih berkelas mulai di produksi. Namun setelah gula semakin meluas pemakaiannya tak lagi terbatas pada kalangan atas, keluarga kerajaan kembali mengkonsumsi madu. Itulah sebabnya kesehatan mereka terjaga dengan baik.
- Madu untuk Antioksidan : Pernah mengalami luka lecet atau memar, jika selama ini sering menggunakan abotil, sudah saatnya menggunakan madu sebagai penangkal luka. Universitas California telah melakukan riset untuk membuktikan konsumsi madu mampu meningkatkan antioksidan dalam darah. Setelah melakukan uji coba pada tikus untuk mengkaji kemampuan madu meningkatkan penyerapan kalsium memberikan hasil memuaskan. Bahkan riset di Universitas Purdue itu menyimpulkan, konsumsi suplemen kalsium bersama madu mampu meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh.
- Madu untuk Mengobati borok : Madu mampu mengobati luka borok yang telah lama. Salah satu percobaan yang dilakukan RS Universitas Wisconsin Medical School and Public Health misalnya, Menerapkan terapi madu bagi borok yang diderita penderita diabetes. Uji coba terhadap seorang pasien berusia 79 tahun berhasil menyembuhkan borok pada jari kakinya. Sang pasien bahkan tidak jadi diamputasi berkat terapi madu tersebut. Caranya cukup mudah, dengan mengoleskan madu dipermukaan borok.
- Madu sebagai Sumber energi : Pada masa lalu, para atlet Romawi dan Yunani kuno meminum madu sebelum dan sesudah bertanding sebagai obat untuk stamina dan pemulih energi. Selama berabad-abad madu memang dikenal sebagai bahan bakar para olahragawan ini karena madu mengandung gula yang cepat diserap oleh sistem pencernaan jadi madu adalah sumber energi instan. Hingga kini, dalam dunia olahraga madu diberikan sebelum pertandingan dan sebagai pengganti karbohidrat yang digunakan pada saat latihan.
- Madu untuk Sembuhkan luka : Masih berdasarkan dunia pengobatan masyarakat Yunani dan Romawi, ternyata mereka telah memelopori penggunaan madu untuk mengobati hidung tersumbat sementara itu bangsa mesir kuno menjadi pelopor pemanfaatan madu untuk mengobati luka. Mereka membuat salep dari madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat tusukan benda tajam. Hal ini telah banyak pula diterapkan oleh masyarakat Indonesia, bahkan saya sendiri pun ketika mengalami luka, akan langsung mengolesinya dengan madu.
- Madu Seefektif glukosa : Hasil riset yang dikeluarkan sebuah jurnal kesehatan menyebutkan kadar glycemic index (GI ukuran untuk mengukur dampak negatif makanan dalam gula darah) yang rendah pada madu memperlambat penyerapan gula dalam darah sehingga lebih menyehatkan sistem pencernaan dan menjamin ketersediaan karbohidrat selama berolahraga. Sementara itu, Laboratorium Nutrisi di Universitas Mempish menyatakan bahwa madu seefektif glukosa pengganti karbohidrat selama pemanasan. Cocok buat penderita diabetes.
- Madu untuk Membunuh kuman : Kandungan gizi yang luar biasa yang terdapat dalam madu antara lain asam amino bebas ternyata mampu membantu penyembuhan penyakit. Madu mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab panyakit infeksi. Mengikuti bangsa mesir kuno setelah menempuh kajian untuk menemukan fakta ilmiah, salep madu untuk luka kini di produksi di Australia. Selain mampu membunuh kuman di dalam dan diluar tubuh, luka yang diolesi madu pun akan cepat kering sehingga tidak mudah terinfeksi.
- Madu Sebagai antibiotik : Setelah ribuan tahun digunakan, khasiat madu sebagai obat luka terungkap secara ilmiah. Madu bekerja sebagai antibiotik alami yang sangggup mengalahkan bakteri mematikan. Madu sangat asam sehingga tidak cocok untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri. Madu menghasilkan hidrogen peroksida yang merupakan anti septik luar biasa. Proses osmosis di dalam madu membasmi bakteri kekentalan madu yang sedikit mengandung air menghasilkan proses osmosis menyerap air dari bakteri pada luka dan luka bakar, tak ubahnya spons menyerap air. Madu mengeringkan bakteri sehingga bakteri sulit tumbuh.
- Madu untuk Terapi : Bangsaa Mesir dikenal paling piawai meramu obat dari bahan-bahan alami. Madu termasuk dalam 500 resep obat dari 900 resep yang diketahui. Pengobatan modern yang mengacu pada terapi kuno penggunaan madu dari Mesir puas dengan hasilnya. Di Indonesia, metode terapi menggunakan madu telah banyak digunakan bahkan ada beberapa spa kecantikan menggunakan medium madu sebagai alat lulur untuk mempermulus kulit.

0 komentar:
Post a Comment
Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!