Menulislah, Sebagai Pertanda Kau Pernah Ada...

11 December 2013

Latihan Fisik Sebelum Melakukan Pendakian

ilustrasi by google
Mendaki gunung merupakan olahraga berat yang membutuhkan ketahanan fisik yang kuat. Setelah kita mengenal, jenis, klasifikasi dan sistem serta persiapan diri secara umum ketika hendak melakukan pendakian. Langkah selanjutnya adalah melakukan latihan fisik agar tidak mudah lelah saat dilapangan. Untuk mencapai tingkat kebugaran maksimal memang tidak mudah, harus mau dan ulet berlatih.

Nah, berikut ini ada empat hal yang harus dilakukan untuk membentuk fisik yang baik. Kenapa ini penting dilakukan karena banyak para pendaki menggangap remeh sehingga tumbang ditengah jalan. Dengan mempersiapkan diri dengan baik, resiko cacat atau meninggal dunia saat melakukan pendakian bisa dikurangi.

Sedikit gambaran, Badan SAR Nasional telah mendata bahwa dari bulan Januari 1998 sampai dengan April 2001 tercatat 47 korban pendakian gunung di Indonesia yang terdiri dari 10 orang meninggal, 8 orang hilang, 29 orang selamat, 2 orang luka berat dan 1 orang luka ringan, dari seluruh pendakian yang tercatat (Badan SAR Nasional, 2001)

Data lain, sejak tahun 1969 sampai 2001, gunung Gede dan Pangrango di Jawa Barat telah memakan korban jiwa sebanyak 34 orang. Selanjutnya, dari 4000 orang yang berusaha mendaki puncak Everest sebagai puncak gunung tertinggi di dunia, hanya 400 orang yang berhasil mencapai puncak dan sekitar 100 orang meninggal. Rata-rata kecelakaan yang terjadi pada pendakian dibawah 8000 m telah tercatat sebanyak 25% pada setiap periode pendakian.

Mengapa hal ini terjadi, karena banyak pendaki lalai dengan persiapan fisik maupun perlengkapan pendakian. Tidak jarang di antara tubuh mereka hanya berlapiskan kaus oblong dengan bekal biskuit atau air ala kadarnya. Olehnya itu, persiapan fisik seorang pendaki itu penting. Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melatih fisik.

Latihan 3 Bulan Sebelumnya

Baik pendakian di ketinggian 2.000-3.000 meter atau di atas 4.000 meter, aturannya sama. Yakni, pendaki harus berlatih fisik tiga bulan sebelum pendakian. Latihan kekuatan dan daya tahan menjadi fokus utamanya. Namun memang intensitas latihan untuk pendakian dengan ketinggian di bawah 3.000 meter tipikal Gunung Gede, tidak sama dengan pendakian gunung dengan ketinggian di atas 4.000 meter.

Latihan Pernafasan

Kadar oksigen di ketinggian di atas 5.000 meter semakin berkurang, hanya 40 persen, yang biasa kita hirup. Oleh karena itu, teknik bernafas penting diperhatikan saat perjalanan pendakian. Kekurangan oksigen menimbulkan sejumlah risiko seperti udema perut yang ditandai dengan mulas, mual, dan muntah. Selain itu juga udema paru-paru.

Namun, risiko ini bisa teratasi bahkan dihindari jika latihan selama persiapan pendakian dilakukan dengan baik. Tujuan latihan fisik dan pernafasan di antaranya agar tubuh bisa menyerap oksigen lebih banyak dan daya tampung paru-paru lebih besar.

Nah, latihan pernafasan ini penting dilakukan selama masa persiapan pendakian. Caranya, bangun pukul 05.00 dan jalan kaki. Lakukan juga peregangan dan latihan pernafasan seperti gerakan tai chi dengan lama waktu latihan 30 menit.

Strategi Bernafas Mendaki

Jika latihan fisik dan pernafasan sudah dilakukan dengan baik saat persiapan, imbangi juga dengan strategi bernafas saat pendakian. Cara berjalan sesuaikan dengan nafas. Berjalan selama 10 jam kalau tidak dibarengi dengan cara bernafas yang benar, tubuh akan down.

Jalankan prinsip menyerang dan bertahan dalam pendakian. Artinya dalam pendakian atur waktu bertahan yakni melanjutkan perjalanan, dengan istirahat. Setiap satu jam perjalanan, berhenti 15 menit. Saat berjalan gunakan nafas melalui perut atau diafragma, bukan melalui dada.

Renang

Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki.  Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus ‘melawan’ massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.

Dengan latihan renang pernafasan menjadi lebih panjang. Sementara gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki  dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Sehingga dengan melakukan renang akan memudahkan kita saat melakukan pendakian karena seluruh otot tubuh telah terlatih untuk mendapatkan beban yang lumayan berat serta waktu tempuh pendakian bisa jadi lebih pendek karena tidak perlu sering istirahat karena kehabisan nafas.

Semoga dengan melakukan persiapan fisik yang baik, segala macam resiko yang bisa timbul bisa diminimalkan. Kita tak ingin lagi melihat berita pendaki tersesat dan meninggal dikemudian hari. Jika pengetahuan dasar dan fisik yang memadai telah kita lakukan, perjalanan akan lebih mudah.

Latihan Fisik Sebelum Melakukan Pendakian Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonymous

0 komentar:

Post a Comment

Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!