Menulislah, Sebagai Pertanda Kau Pernah Ada...

05 January 2012

Perempuan Nasionalis

Perempuan
Perempuan itu keindahan. Ciptahan Tuhan paling sempurna, terutama bagi laki-laki yang mencari pasangan. Entah bagaimana dunia ini tanpa adanya sesosok perempuan. Bisa dibayangkan jika yang ada hanya laki-laki, lalu lalang setiap hari di lingkungan kita.

Seking indahnya mahluk bernama perempuan, sampai-sampai teman ku memberinya predikat mahluk paling nasionalis di dunia ini. Sedikit tersenyum saya ketika mendengar ungkapan ini. Bagaimana tidak, saat itu yang kami bicarakan adalah sosok perempuan penghibur.
Predikat nasionalis tidak tanggung-tanggung diberikan oleh teman saya. Setidaknya dia serius dengan raut wajah tanpa canda. Dan kami pun mengiyakan. Dan jadilah bagi kami ini –saat itu saya berlima dengan teman kampus di suatu sore di Makassar– membenarkan predikat perempuan itu adalah mahluk paling nasionalis.

Alasannya singkat padat dan jelas. Perempuan itu menjaga keberlangsungan hidup kaum lelaki –belum berbicara tataran hubungan rumah tangga untuk mencari keturunan–. Perlu digaris bawahi, pembahasan pertama kami adalah khusus perempuan penghibur atau bahasa sopannya wanita tuna susila.

Menurut teman saya ini, tidak ada mahluk yang paling pengertian selain perempuan-perempuan itu. “Sekarang ini banyak perempuan munafik, pura-pura tak mau, tapi lebih besar kemauannya dari malunya” kata teman saya itu dengan konotasi jengkel. Beda katanya dengan perempuan nasionalis itu.

“Hanya dengan sedikit goyangan jari, mereka langsung mengerti, tidak sama dengan anggota dewan dan pemerintah serta unsur yang lain yang katanya paling nasionalis tapi butuh sentilan lebih keras baru mengerti. Kalau perempuan ini, Rp200 sudah bisa jalan, kalau yang mengaku nasionalis, harus tanda tangan proposal miliaran rupiah dulu,” terangnya.

Makin tak tahan saya mendengar penjelasannya yang makin kacau tapi tetap rasional, setidaknya bagi kami-kami ini. Walau dia mendewakan perempuan nasionlis tersebut, tetap saja ujung-ujungnya istri yang kelak akan ia persunting menjadi perempuan paling nasionali sekaligus demokratis.

Lanjut dia, walau gampang mendapatkan perempuan nasionalis, tapi membangun negara dalam satu rumah masih butuh sesosok perempuan pemberani. “Jatuh cinta itu gampang, apalagi sama perempuan nasionalis itu, tapi membangun cinta tetap harus bersama dengan perempuan nasionalis, demokratis dan patriot, itu pun butuh waktu lama, tidak seperti jatuh cinta, cukup lewat mata lalu kehati dan ke kamar,” wkwkwkw…

Selamat mencintai Perempuan-perempuan mu….

Perempuan Nasionalis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonymous

0 komentar:

Post a Comment

Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!