Entah ada hubungannya atau tidak, tapi warnah ini punya keterkaitan yang menurut saya sarat dengan politik. Siapa yang tidak kenal dengan warnah biru milik Pak Beye, merah milik Bu Mega dan Kuning bekas miliknya Pak Kalla yang sekarang ada ditangan Pak Ical.
Siapa pula yang tidak kenal dengan beberapa operator telepon Indonesia yang mewakili warnah-warnah ini. Ada Biru-nya X dan L itu, merahnya Tel dan Kom sama Sel itu, serta Kuningnya Matahari. Hmmm… hmmmm. Saya kok jadi kepikiran, persaingan politik di negara ini untuk menjadikan negara satu warnah, berimbas kepada persaingan operator yang juga ingin menjadikan negara ini satu warnah.
Atau malah persaingan operator ini yang diberimbas kepada persaingan politik partai-partai. Entahlah, yang jelas baik politik dan operator saat ini mewakili masing-masing warnah yang entah ada hubungan ato tidak warnah-warnah ini saling bantu membantu untuk menjadikan negara ini satu warnah.
Si Kuning dulu sempat berkuasa, karena lawannya hanya si merah, kini si biru mengambil alih pasar. Dimana-mana selalu saja ada bentangan biru. Niat untuk membirukan negara ini sungguh penuh dengan ambisius, bahkan tidak jarang mereka buka-bukaan di depan umum untuk menonjolkan warnah masing-masing.
Kini si kuning harus puas dengan kekalahan dominasi biru yang ternyata masih baru masuk ke Indonesia, si biru pula saat ini bukan lagi murni punya Indonesia, walau si kuning juga demikian. Satu-satunya warnah yang mewakili Indonesia hanya merah. Tapi lagi-lagi merah saat ini terancam kerana, ada sesuatu yang disembunyikan didalam warnahnya.
Dulu si merah sempat didera isu penyelewengan dana, bahkan harus mengurangi dominasi warnahnya. Kini si merah pun kembali diperhadapkan pada hal serupa, tapi kali ini wujudnya lain. Momen si merah kali ini cukup baik untuk membuktikan kepada rakyat jika dia benar Indonesia, bukan ikut-ikutan menjadi milik asing sepenuhnya.
Inilah ujian berat bagi si merah. Si Biru yang sedang naik daun dan mengakui telah menguasai hampir 60% Indonesia, tentu melihat momen ini pula sebagai kunci utama menguasai dominasi warnah. Menjatuhkan si merah akan memudahkan si biru untuk berkuasa, sementara si kuning menjadi penonton sesaat saja, takut untuk berimprofisasi. hehehe… :D warnah yang lucu…
Untunglah saya tidak mewakili salah satu warnah tersebut, untuk lebih adilnya saya memakai tiga warnah tersebut. hehehe…
Salam warnah warni deh… :D
25 March 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment
Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!