Menulislah, Sebagai Pertanda Kau Pernah Ada...

07 November 2010

Sulsel Gunakan Nuklir Tingkatkan Populasi Sapi

Anak sapiImage via Wikipedia
Pencanangan 1 juta sapi untuk Sulsel di 2013 mendatang, nampaknya menjadi ujian berat bagi pemprov Sulsel. Saat ini populasi sapi di Sulsel baru mencapai 700-an ribu ekor, olehnya itu untuk mencapai tujuan di 2013 tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi (DPKH) Sulsel menggunakan teknologi tenaga nuklir.

Dengan teknik Radio Immuno Assay (RIA) progesteron, yang mendukung inseminasi buatan (IB), hormon progesteron dengan radioisotop iodium-125 yang merupakan bahan pengayaan nuklir selain uranium, mampu meningkatkan populasi ternak sapi yang samplingnya dilakukan melalui darah dan air susu sapi.


Kepala DPKH Provinsi  Sulsel, Murtala Ali pada Workshop KIT RIA Progesteron yang diselenggarakan Badan Tenaga Nuklir Nasonal (BATAN), Kamis (4/11) kemarin di Sahid Hotel Makassar mengatakan dengan inseminasi buatan ini, Sulsel optimis program 1 juta sapi mampu tercapai di 2013 mendatang.

Peneliti BATAN yang bergelut dengan KIT RIA Progesteron, Totti Tjiptosumirat mengungkapkan teknik ini mampu menentukan lebih tepat dan akurat kondisi biologis sapi seperti kondisi birahi, pertama puber, birahi setelah melahirkan atau kelainan biologis yang diderita sapi.

"Teknik ini juga mampu memperpendek jarak antar kelahiran sehingga jumlah populasi bisa meningkat lebih cepat. Secara tekno ekonomi juga dapat menghemat pemberian pakan apabila selama ini ternak tidak produktif tetapi harus terus diberi pakan," tandasnya.

Terobosan yang baru mau dipasarkan secara besar-besaran di Sulsel ini sebenarnya sudah lama hadir di Indonesia, namun dengan harga yang masih relatif mahal persatu paketnya. "Itu karena bahan dasar masih di impor, namun saat ini harga persatu paket untuk 40 ekor sampling sapi hanya dengan harga Rp1,3 juta karena kita sudah menciptakan radioisotop oidium-125," tambah Totti.

Mengenai akan adanya efek samping saat menggunakan teknologi nuklir untuk sapi ini, Totti mengaku tidak ada efek samping karena sapi yang menjadi sampling hanya diambil sample darah dan air susunya selama tiga kali selama 20 hari masa karantina.

Akademisi Universitas Hasanuddin Makassar Prof Abdul Latief Toleng menyatakan program 1 juta sapi ini sebenarnya untuk mengembalikan kejayaan peternakan Sulsel di masa lalu, pada tahun 80-an populasi sapi di Sulsel sekitar 1,2 juta ekor.

"Dengan menggunakan teknologi RIA, saya yakin populasi sapi akan makin besar mengingat sistem singkronisasi birahi yang selama ini diterapkan di Sulsel masih kurang maksimal," terangnya.

Sementara, Sulsel saat ini baru menfokuskan diri untuk peternakan sapi menggunakan RIA di Kabupaten Takalar. Prof Latief mengaku kedepan, semua daerah di Sulsel akan menggunakan teknik ini, dan Unhas adalah pusat kajian radioisotope untuk wilayah Sulsel yang sudah bekerjasama dengan BATAN. (rahmat hardiansya)

Enhanced by Zemanta

Sulsel Gunakan Nuklir Tingkatkan Populasi Sapi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonymous

0 komentar:

Post a Comment

Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!