Menulislah, Sebagai Pertanda Kau Pernah Ada...

11 January 2014

Apa Itu Jurnalis dan Jurnalistik?

"Menjadi jurnalis bukan sekedar pilihan hidup, tapi jalan hidup."
Masih saya ingat kata-kata itu saya tulis di akun facebook pribadi beberapa tahun lalu. Saat awal-awal dan sedang menikmati menjadi seorang jurnalis. Muda, beda dan bersemangat.

Padahal saat itu, pengertian jurnalis sama sekali belum saya pahami. Yang saya tahu, jurnalis hanya seseorang yang bertugas mencari berita, menulisnya dan diakhri bulan menerima bayaran. Tidak lebih.

Belakangan baru saya pahami bahwa jurnalis itu kompleks. Istilah jurnalis pun sebenarnya baru muncul di Indonesia setelah ilmu komunikasi di negara ini berkiblat ke Amerika Serikat. Kebanyakan kita mengenal profesi ini sebagai wartawan atau pewarta. 

Walau banyak yang tahu wartawan itu apa, namun masih tetap saja banyak yang bertanya apa itu jurnalis dan jurnalistik.

Secara etimologi, jurnalistik berasal dari dua suku kata, yakni jurnal dan istik. Jurnal berasal dari bahasa Perancis, jounal, yang berarti catatan harian. Dalam bahasa Latin, juga ada kata yang hampir sama bunyi dan upacannya dengan journal yakni diurna, yang mengandung arti hari ini.

Pada zaman Kerajaan Romawi Kuno saat Julius Caesar berkuasa, dikenal istilah acta diurna yang mengandung makna rangkaian akta (gerakan, kegiatan, dan kejadian).

Sementara, kata istik merujuk pada istilah estetika yang berarti ilmu pengetahuan tentang keindahan, berupa berbagai produk seni dan atau keterampilan dengan menggunakan bahan-bahan yang diperlukan.

Hasil seni yang dimaksud mengandung nilai-nilai yang bisa diminati dan dinikmati manusia pengagumnya, karena keindahan tersebut mengandung makna yang luas, serta mencakup sifat-sifatnya yang obyektif dan subyektif.

Dengan demikian secara etimologis jurnalistik dapat diartikan sebagai “suatu karya seni dalam hal membuat catatan tentang peristiwa sehari-hari”.

Karya seni yang dimaksud memiliki nilai keindahan yang dapat menarik perhatian khalayaknya (pembaca, pendengar, pemirsa), sehingga dapat dinikmati dan dimanfaatkan untuk keperluan hidupnya.

Secara lebih luas, pengertian atau definisi jurnalistik adalah “seni dan keterampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya, sehingga terjadi perubahan sikap, sifat, pendapat, dan perilaku khalayak sesuai dengan kehendak para jurnalisnya”.

Sebenarnya ada banyak komponen dalam jurnalistik. Banyak juga orang yang sering salah kaprah. Seperti banyak orang mengira jurnalis sama dengan reporter, seseorang yang mengumpulkan informasi dan menciptakan laporan, atau cerita.

Tetapi, hal ini tidak benar karena reporter tidak meliputi tipe jurnalis lainnya, seperti kolumnis, penulis utama, fotografer, dan desain editorial.

Tanpa memandang jenis media, istilah jurnalis membawa konotasi atau harapan profesionalitas dalam membuat laporan, dengan pertimbangan kebenaran dan etika.

Kita akan membahas lebih jauh pada tulisan selanjutnya. Agar lebih semangat menulisnya, alangkah indahnya jika berkenang meninggalkan komentar. :)


Apa Itu Jurnalis dan Jurnalistik? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonymous

0 komentar:

Post a Comment

Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!