Menulislah, Sebagai Pertanda Kau Pernah Ada...

09 August 2011

Sisi Gelap Transformers 3 : Dark of the Moon


Masyarakat dunia telah paham jika Amerika Serikat adalah negara pertama yang berhasil mengirimkan manusia ke bulan. Kita semua pasti ingat juga, jika Neil Armstrong dan Edwin ‘Buzz’ Aldrin adalah orang pertama yang menginjakkan kakinya di bulan pada 1969.

Begitu pula dengan mala petaka di Chernobyl, Ukraina pada 1986, masyarakat dunia telah legowo jika kejadian dahsyat itu karena ledakan nuklir. Hingga kejadian di tsunami di Fukushima Daiichi Jepang baru-baru ini seperti mengulang sejarah Chernobyl.

Tapi tidak dengan alur cerita dalam “Transformers 3 : Dark of the Moon”. Kenyataan yang telah terpatri dalam ingatan masyarakat dunia diatas dikaburkan. Neil Armstrong dan Edwin ‘Buzz’ Aldrin tidak hanya datang ke bulan kala itu untuk loncat-loncat pada grafitasi hampa.

Begitu pula dengan Chernobyl, bukan hanya nuklir yang menjadi pemicu terjadinya ledakan itu. Sesuatu yang telah disembunyikan berada dibalik semua kejadian besar. Di Chernobyl telah terjadi penguraian benda asing yang diambil dari bulan setelah Rusia kala itu mengirim astronotnya mengikuti jejak Amerika.

Benda asing yang kemudian memicu Decepticon ras makhluk mekanik dari Planet Cybertron yang akhirnya sampai ke Bumi untuk menguasainya. Yang pada akhirnya memicu terjadinya perang hebat, bukan hanya melibatkan manusia tetapi robot dari ras Autorobot.

***

Itulah kurang lebih inti cerita yang disuguhkan pada seri Transformers yang baru tayang di Indonesia berselang sebulan sejak rilis di Amerika. Sejarah yang kita pahami selama ini akan diputar balik kearah tergelap, seperti Dark of the Moon yang menjadi plot cerita serial robot karya Michael Bay ini.

Dari awal film berdurasi dua jam lebih ini, kita akan disuguhi tontonan apik. Efek dan karakter pemain serta robotnya kuat, kecuali Rosie Huntington-Whiteley sebagai Carly, kekasih baru Sam yang justru lebih lemah karakternya ketimbang Megan Fox yang tak lagi dilibatkan dalam saga “Transformers” ini.

Namun patut disayangkan, karakter manusia dalam saga ketiga ini dikesampingkan oleh Michael Bay. Selain Carly yang cukup lemah, pemain manusia yang menjadi pendukung pun karakternya sangat mudah ditebak. Tidak seperti pada dua serial sebelumnya.

Sam Witwicky yang diperankan Shia LaBeouf pun pada serial ketiga ini lebih banyak manggap-mangap, teriak tak karuan. Nampaknya Michael Bay memang ingin menonjolkan karakter Autorobot lebih kuat. Terbukti sejak film di mulai, perasaan akan lebih rindu kepada persahabatan Autorobot.

Peter Cullen yang memerankan Optimus Prime, robot yang diplot sebagai pimpinan Autorobot yang tersisa, lebih terlihat memiliki jiwa. Begitu pula dengan karakter Sentinel Prime yang diperankan Leonard Nimoy, walau hidup kembali menjadi penghianat bagi Autorobot dan memilih  bergabung bersama Megatron, mampu membuat yang menyaksikan berdecap kagum dengan karakternya yang kuat.

Cerita persahabatan Autorobot semakin manusiawi ketika salah satu autorobot mati. Mimik wajah Bumblebee pun begitu terasa pilu. Film ini juga makin hidup dengan cerita Wheelie dan Brain, dua Autobot mini yang selalu membawa candaan segar namun solid pada sahabat-sahabatnya. Walau mereka kecil tak berdaya, tetapi beberapa ulah kedua autorobot mini ini mampu menyelamatkan beberapa tokoh dalam film ini.

Jangan dilupakan pula Jazz yang santai tapi gahar dan Bumblebee yang pandai berkelahi tapi tetap terkesan imut, serta beberapa karakter robot lain. Semua akan menjadi suguhan yang menarik, menegangkan dan kadang pula menggelikan dengan candaan-candaan nakal.

Hanya satu yang menjadi koreksi saya kepada Michael Bay. Dalam film ini dia lebih terlihat nakal dengan masukkan unsur yang tidak selayaknya ada pada film bergendre remaja. Tapi itulah Michael Bay, mungkin dia ingin memberikan standar pada film-film action remaja masa kini.

Mengulang pengaburan sejarah yang ada atas. Pada film ini pula, muncul karakter asli Edwin ‘Buzz’ Aldrin, orang kedua yang menginjakkan kaki di bulan bersama Neil Armstrong. Walau hanya sepintas dengan narasi kurang lebih 2 menit, kemunculan Buzz makin mengaburkan sejarah yang telah ada.

***

Alhasil Transformers : Dark of the Moon ini telah mensejajarkan dirinya dengan 10 film terlaris sepanjang masa dengan penghasilan telah menembus angka USD1 miliar lebih. Bahkan film Harry Potter yang tayang lebih cepat hanya berselisih dua posisi dengan Transformers.

Kalau mau dibandingkan kedua film ini, saya lebih memilih Transformer 3 ketimbang Harry Potter 7 Part 2. Selain banyak menyuguhkan adegang menarik dan mendebarkan, plot cerita yang tak pernah terlalu lama juga menjadi daya tarik, bahkan jika kita lengah dalam film ini satu sisi cerita akan terlewatkan.

Dengan mengenyampingkan adanya beberapa cerita yang berlubang di Transformers 3 serta karakter manusianya yang lebih cepat terlupakan ketimbang Autorobotnya, film ini telah sukses memanjakan mata di bulan ramadan. Apalagi ketika kita menyaksikannya dalam visual 3D, sungguh satu film yang recomendet.

Sebagi penutup saya berikan 10 film dengan penghasilan terbanyak sepanjang zaman, dan salam Autorobot…


  1.  Avatar Fox $2,782.3
  2. Titanic Par. $1,843.2
  3. The Lord of the Rings: The Return of the King NL $1,119.
  4. Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest BV $1,066.2
  5. Toy Story 3 BV $1,063.2
  6. Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 WB $1,038.3
  7. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides BV $1,033.0
  8. Alice in Wonderland (2010) BV $1,024.3
  9. Transformers: Dark of the Moon P/DW $1,003.9
  10. The Dark Knight WB $1,001.9


Sisi Gelap Transformers 3 : Dark of the Moon Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonymous

0 komentar:

Post a Comment

Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!