Menulislah, Sebagai Pertanda Kau Pernah Ada...

29 August 2010

Ramadhan, Bulan Pura-pura

Pengemis - Mesjid Raya Banda AcehImage by Irfan Herlambang via Flickr
Bulan suci ramdhan selalu membawa berkah bagi ummat Islam yang menjalankan ibadah menahan selama sebulan tersebut. Tapi bulan ramadhan juga membawa banyak kebohongan, bahkan membawa kemaksiatan dan kejahatan hingga kepura-puraan.

Jika selama ini kita tahu rumah ibadah sangat ramai oleh pengunjung, karena memang harus seperti itulah di bulan ramadhan ini, memenuhi rumah-rumah tuhan, bahkan seandainya masjid-masjid tersebut tersedia kasur empuk akan kita jadikan pula sebagai rumah kedua kita.

Sangat pura-pura beribadah, jika hanya dibulan ramadhan ini rumah-rumah tuhan itu terisi, saya terkadang larut dalam kebingungan jika melihat segubrek manusia memadati masjid di setiap shalat-shalat fardhu-nya. “Dimana meraka semua, ketika diluar bulan ramadhan?”


Indonesia memang penduduk muslim terbesar di dunia, tapi ketika shalat magrib di luar bulan ramadhan, masjid-masjid hanya terisi satu saf, itupun hanya orang-orang tua rentah yang memang lebih memperbanyak mengingat tuhannya.

Atau mungkin, bulan ramadhan adalah bulan gratis sehingga takjil gratis yang disediakan masjid menjadi daya tarik ummat muslim Indonesia. Bisa jadi, karena dari kesimpulan yang diluar logika saya, menyebutkan jika memang daya tarik takjil inilah yang mengundang banyak ummat memadati masjid-masjid, dan lagi mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk materialistis, dimana kata gratis selalu menjadi incaran.

Bulan ramadhan ini pula mampu mencetak orang miskin baru. Bayangkan saja, disetiap rumah ibadah, akan kita temui pengemis-pengemis yang kalau diperhatikan sering kali kita temui diluar bulan ramadhan dalam keadaan sehat wallafiat. “kok bisa jadi pengemis di bulan ramadhan, aneh..”

Data orang miskin di Indonesia memang tahun 2010 ini mengalami kemerosotan, bahkan bisa dikata diluar ramadhan kita tak pernah menemui pengemis-pengemis di jalanan. (di Makassar memang tidak banyak pengemis diluar ramadhan, karena diikat oleh perda yang mengharuskan pengemis, gelandangan dan anak yatim tidak berkeliaran ditempat umum)

Namun, sungguh sebuah pemandangan luar biasa, dibulan ramadhan ini, ruas-ruas jalan dipadati para pengemis. Seperti, ketika saya melintas di tol reformasi Makassar, seseorang menghampiri mobil dengan berkerudung sarung yang sengaja dibuat kusut, seakan menutup kecantikan dan kesehatannya.

Sungguh takjub, ketika tangan yang ia tengadahkan untuk meminta, masih ada bekas kuteks sebagai penghias tangan kebanyakan wanita. Ini menandakan, orang tersebut, masih sehat wallafiat dan bukan orang miskin dalam defenisi al-qur’an, dan memang kalau dilihat usia gadis tersebut sekitaran 17-20-an tahun. “sungguh pura-pura jadi miskin”

Lain lagi dengan kemaksiatan, jika kebanyakan orang terhanyut dalam kekhusyukan ibadah, ternyata tindak kemaksiatan di bulan ramadhan juga tumbuh pesat, bahkan modusnya lebih licik, menggunakan momen ramadhan.

Di Kabupaten Bone, Sulsel, baru-baru ini tertangkap sepasang muda mudi yang melakukan tindakan senonoh sepulang dari shalat tarawih. Si lelaki untuk menutupi kedoknya, menggunakan talkum si wanit, sementara si wanita tidak menggunkan talkum sama sekali.

Karena berjalan bersamaan, dan terlihat mencurigakan karena saling peluk-memeluk masyarakat menghampiri, dan ternyata memang benar. Untuk menutupi kedok sebagai pasangan mesum, sang lelaki rela menjelma sebagai wanita. “ini baru satu diantara banyak cerita mesum di bulan ramadhan”

Tak usah lagi saya cuap-cuap tentang kejahatan, semisal pencopetan atau perampokan, yang memang di bulan ramadhan ini adalah bulan beraksi bagi meraka. Karena ini adalah ‘the true Indonesian’, dengan mayoritas muslimnya, mengisi bulan ramadhan dengan kepura-puraan.

Akhir kata, saya hanya berharap anda yang mambaca ini bukan hanya sekedar menjadi pembaca pura-pura, buktikan dengan mengomentari tulisan ini….:D “Saya juga mau pura-pura hebat”
Enhanced by Zemanta

Ramadhan, Bulan Pura-pura Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonymous

0 komentar:

Post a Comment

Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!