Menulislah, Sebagai Pertanda Kau Pernah Ada...

26 July 2011

Ngerinya Indonesia

O.C Kaligis, siapa lagi yang tidak mengenalnya. Pengacara kondang yang arang melintang dalam dunia perpolitikan hukum di negeri ini sudah ketahuan bagaimana kapasitasnya. Jika dia saja mengatakan ngeri untuk kasus Nazaruddin jika benar dia membuka rahasia ditangganya, bagaimana lah kita ini.

Kaligis berkata jika Nazaruddin dijadikan tersangka dalam kasus suap Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga dan dianggap sampah, maka Udin akan membongkar banyak kasus yang akan menyerat banyak nama di negri ini. Dan itu hal paling mengerikan yang ingin saya tahu.

Tapi saya malah menantang Nazaruddin untuk buka-bukaan, agar kengerian di negri ini makin menjadi-jadi. Jangan sampai Udin -sapaan saya buat Nazaruddin- hanya di nunung-kan di jadikan sampah, karena tak mampu dibawa kembali ke negri ini.

Ah.. negri yang ngeri.

Saya tak ingin menambah beban lagi buat Partai Demokrat dengan mengutak-atik Nazaruddin lebih jauh. Sudah cukuplah keterpurukan PD dengan segala rahasia yang ada di tangan Nazaruddin yang enggan untuk bernazar jika kembali, akan menjadikan negri ini lebih baik.

Saya malah ingin mencari tahu dimana keberadaan sekolompok orang yang tergabung dalam Komite Bangkit Indonesia, yang 2009 lalu getol menjegal Susilo Bambang Yudiono saat melangkah untuk kedua kalinya dalam bursa calon predisen di Indonesia.

Apakah orang-orangnya sudah mati semua. Atau gaung harimaunya saat itu, sudah pupus sehingga kini menjadi macan tanpa taring? entahlah….

Jika Komite Bangkit Indonesia dirasa sudah basi. Lalu dimana saat ini Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan yang sudah membentuk Rumah Pengaduan Kebohongan Publik. Apakah rumahnya sudah penuh dengan berkarung-karung kebohongan, saya ingin dengarkan keheboan yang mengerikan itu.

Tetapi jika dibandingkan dengan Komite Bangkit Indonesia, Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan sedikit lebih baiklah. Setelah beberapa saat redup, entah karena lelah dibohongi atau apa, beberapa pekan lalu, tokoh-tokoh dalam forum tersebut kembali melongoh.

Tapi kini dia membawa angin kencang yang makin membuat saya ngeri melihat negri ini. Katanya Indonesia bukan lagi diambang kebangkrutan, tetapi sudah bangkrut total. Waduh, makin parah saja semua ini. Makin takut dan ngeri melihat Indonesia.

Tarik napas dulu… biar meredamkan rasa ngeri melihat negri ini carut marut, bukan karena kepentingan nasionalisme yang kata BJ Habibie sudah bukan zamannya lagi diperdebatkan. Tapi marut-marut dan makin marut karena hanya kepentingan politik yang tak abadi dipermasalahkan.

Semua sibuk berapologi, mengeluarkan opini untuk membela kepentingan masing-masing. Tidak ada yang mau berpikir bagaimana Indonesia ini kedepan. Kalaupun ada, akan cepat ditepis oleh masalah dan masalah yang makin mencengankan jika di ikuti.

Ah… makin ngeri negri ini.

Jika Indonesia sudah bangkrut, lalu bagaimana selanjutnya? Apakah kita harus melihat Indonesia hingga hancur? saya tidak ingin deklarasi-deklarasi yang banyak terjadi di luar sana hanya menjadi arsip semata. Woi Bung… Kita Tidak Butuh Arsip dengan aksimu. Kita Perlu Indonesia ada.

Mari merenungkan Negri ini… Bagi yang suka demo-demo, jangan asal orasi dan deklarasi. Buat perubahan yang lebih berarti, jangan sampai aksi bayaranmu makin membuyarkan ketulusanmu –jika benar kau tulus–

Salam dari anak negri…

Ngerinya Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonymous

4 komentar:

  1. salam... kitalah yang harus merubah negeri ini, keluarkan dia dari kengerian yang menghantui...

    ReplyDelete
  2. yg tdk berkepentingan ndak ngurus, yg brkpentingan mengerikan . . .

    ReplyDelete

Jangan Tinggalkan Jejak Kecuali Komentar Anda!